PDOPOSAL SOSIO 1//NAYSILLA ALYA SAFITRI 23

A. Pengembangan dan Pelestarian Kesenian Budaya Barongsai di Desa Tluwah, Kabupaten Pati, Jawa Tengah sebagai Wadah Peningkatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Lokal


B. Latar Belakang

       Kesenian Barongsai merupakan bagian integral dari budaya Tionghoa yang telah berkembang pesat di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Barongsai bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menyimpan makna filosofis yang dalam sebagai simbol keberagaman, keberuntungan, dan kesejahteraan. Kesenian ini telah menjadi salah satu elemen penting dalam merayakan berbagai perayaan tradisional, seperti Tahun Baru Imlek dan perayaan-perayaan lainnya. Namun, kesenian Barongsai di Desa Tluwah, Kabupaten Pati, saat ini belum mendapatkan perhatian yang maksimal, baik dari segi pelestarian maupun pengembangannya. 

      Di banyak daerah, seni Barongsai telah berkembang menjadi atraksi budaya yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian lokal. Namun, di Desa Tluwah, kesenian ini kurang mendapat perhatian dan pengelolaan yang memadai, sehingga potensi besar Barongsai sebagai daya tarik wisata dan sumber ekonomi belum sepenuhnya tercapai. Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, kesenian ini dapat menjadi pilar pengembangan ekonomi kreatif yang pada gilirannya akan meningkatkan sektor pariwisata lokal, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkenalkan kebudayaan Tionghoa kepada masyarakat yang lebih luas. 

      Menurut Dewi & Santosa (2016), pengembangan seni tradisional berbasis komunitas berperan penting dalam menjaga eksistensi budaya dan memperkuat daya tarik pariwisata lokal. Mereka menegaskan bahwa seni tradisional seperti Barongsai dapat menjadi identitas budaya yang menggerakkan perekonomian, khususnya di sektor pariwisata. Hal ini didukung oleh temuan Hendrikus, et al. (2019) yang menunjukkan bahwa pelestarian dan pengembangan seni tradisional berbasis komunitas memiliki dampak ganda: menjaga kelestarian budaya sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat lokal melalui pariwisata dan ekonomi kreatif. 

      Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Nugroho dan Putri (2018) juga menekankan pentingnya pemanfaatan seni dan budaya lokal sebagai daya tarik wisata. Mereka menyatakan bahwa pariwisata berbasis budaya tidak hanya dapat melestarikan tradisi, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah dengan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. 

       Dengan demikian, pengembangan Barongsai di Desa Tluwah memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata yang dapat mendatangkan pendapatan bagi masyarakat. Di sisi lain, Suharto & Hartati (2017) mengungkapkan bahwa sektor ekonomi kreatif yang berbasis pada budaya lokal dapat menciptakan peluang baru bagi masyarakat, terutama dalam hal pengembangan produk-produk kreatif yang dapat dipasarkan. Hal ini mencakup pembuatan kostum Barongsai, alat musik tradisional, dan barang-barang souvenir yang dapat dijual kepada wisatawan. Oleh karena itu, pengembangan Barongsai di Desa Tluwah berpotensi tidak hanya memperkaya budaya lokal, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Dengan demikian, pengembangan dan pelestarian kesenian Barongsai di Desa Tluwah tidak hanya penting dari sisi budaya, tetapi juga memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat relevan untuk dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya Tionghoa, kepada masyarakat yang lebih luas.

C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara mengembangkan kesenian Barongsai yang ada di Desa Tluwah?

2. Apa saja upaya yang diperlukan untuk melestarikan kesenian Barongsai agar tetap relevan di masa depan?

3. Bagaimana kesenian Barongsai dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal di Desa Tluwah?

D. Tujuan Kegiatan

1. Mengembangkan kesenian Barongsai di Desa Tluwah agar lebih dikenal oleh masyarakat luas.

2. Meningkatkan keterampilan generasi muda dalam seni Barongsai sebagai bagian dari pelestarian budaya.

3. Menjadikan kesenian Barongsai sebagai salah satu atraksi wisata unggulan di Kabupaten Pati.

4. Meningkatkan potensi ekonomi kreatif melalui kegiatan seni dan pariwisata berbasis budaya lokal.

E. Manfaat Kegiatan

1. Bagi Masyarakat Desa Tluwah:

• Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam seni Barongsai dan menciptakan lapangan pekerjaan.

2. Bagi Pemerintah Daerah:

• Mendukung pengembangan pariwisata lokal dan pelestarian budaya.

3. Bagi Dunia Seni dan Budaya:

• Menjaga eksistensi kesenian Barongsai sebagai warisan budaya yang hidup.

4. Bagi Sektor Ekonomi Kreatif:

• Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kegiatan seni dan pariwisata berbasis budaya.

F. Kajian Pustaka

       Kajian pustaka ini mengulas pentingnya kesenian Barongsai dalam konteks budaya Indonesia, serta pengaruhnya terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal. Tiga topik utama yang dibahas dalam kajian pustaka ini adalah sejarah dan filosofi Barongsai, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, dan dampak seni terhadap pariwisata lokal.

1. Sejarah dan Filosofi Barongsai 

       Barongsai merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tradisional yang berasal dari budaya Tionghoa. Seni ini memiliki sejarah panjang yang dimulai di Tiongkok, dan kini berkembang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut Li (2015), Barongsai bukan hanya sebuah pertunjukan seni yang menghibur, tetapi juga mengandung nilai simbolis yang dalam. Barongsai dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan pengusir roh jahat, yang sering dipertunjukkan pada berbagai perayaan penting, seperti Tahun Baru Imlek dan acara lainnya. 

      Filosofi yang terkandung dalam pertunjukan Barongsai mencerminkan tradisi Tionghoa yang kaya akan ajaran moral dan spiritual. Dalam hal ini, Barongsai berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai-nilai budaya yang dapat menguatkan identitas sosial dan budaya masyarakat. Menurut Wang (2017), Barongsai memiliki kedudukan penting dalam menjaga kelestarian budaya Tionghoa, sekaligus menjadi simbol dari kebersamaan dan keberagaman. 

2. Pengembangan Ekonomi Kreatif  

       Berbasis Budaya Seni tradisional, seperti Barongsai, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Suharto & Hartati (2017) mengungkapkan bahwa ekonomi kreatif berbasis budaya dapat menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian lokal, khususnya di desa-desa yang memiliki potensi budaya yang kaya. Kesenian tradisional dapat diolah menjadi produk kreatif yang menarik wisatawan, baik lokal maupun internasional. 

       Hendrikus, et al. (2019) juga menekankan bahwa seni tradisional berbasis komunitas, seperti Barongsai, dapat mengembangkan desa wisata dengan cara memperkenalkan budaya lokal yang autentik. Hal ini sejalan dengan pemikiran Crawford & Spector (2016), yang menjelaskan bahwa seni tradisional, jika dikelola dengan baik, tidak hanya mampu melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat melalui sektor pariwisata, produk kreatif, dan aktivitas yang mendukungnya, seperti pembuatan kostum, alat musik, dan cendera mata khas. 

3. Dampak Seni terhadap Pariwisata Lokal

       Seni dan budaya memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata lokal. Pengembangan kegiatan seni tradisional dapat menciptakan potensi pariwisata yang berkelanjutan. Kegiatan seni yang dilaksanakan di desa dapat menarik wisatawan, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat. Nugroho & Putri (2018) menjelaskan bahwa seni tradisional yang dipromosikan dengan baik dapat meningkatkan daya tarik pariwisata di daerah tersebut. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kunjungan wisatawan di berbagai daerah yang mengembangkan pariwisata berbasis budaya, seperti Bali dengan tari Kecaknya atau Yogyakarta dengan batiknya. 

       Lebih lanjut, Tanti (2020) mengungkapkan bahwa pelaksanaan festival seni atau pertunjukan budaya tradisional dapat menciptakan gelombang kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Misalnya, pertunjukan Barongsai yang digelar pada acara-acara besar dapat menarik perhatian wisatawan yang ingin merasakan pengalaman langsung dalam menikmati kebudayaan Tionghoa. Oleh karena itu, seni Barongsai di Desa Tluwah memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian lokal, terutama melalui sektor pariwisata yang berbasis pada kekayaan budaya. 

G. Bahan dan Alat


I. Rencana Anggaran


J. Indikator Keberhasilan dan Kegagalan Program


K. Tata Cara Evaluasi Kegiatan

       Evaluasi dilakukan setiap bulan untuk menilai kemajuan program dan mengidentifikasi tantangan. Semua pihak yang terlibat, termasuk tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan peserta pelatihan, akan dilibatkan dalam evaluasi. Tindak lanjut akan disesuaikan dengan hasil evaluasi.

L. Jadwal Kegiatan (Timeline)


M. Rencana Tindak Lanjut

       Setelah kegiatan ini selesai, Desa Tluwah akan mengadakan festival tahunan Barongsai sebagai tindak lanjut untuk mempertahankan keberlanjutan program dan menarik lebih banyak wisatawan ke desa tersebut.

N. Daftar Pustaka

• Li, X. (2015). Sejarah dan Filosofi Barongsai. Penerbit Budaya Nusantara.

• Suharto, B., & Hartati, E. (2017). Pengembangan Ekonomi Kreatif di Desa Wisata. Jurnal Ekonomi dan Pariwisata, 11(3), 245-